Alpukat – Cara Budidaya, Panen, Manfaat

Alpukat – Cara Budidaya, Panen, Manfaat

 

Alpukat

Alpukat

Alpukat  adalah jenis buah yang berasal dari keluarga Lauraceae dan genus Persea dengan nama latin Persea americana. Alpukat adalah jenis buah dengan kandungan lemak nabati yang tinggi. Pulp sangat sah dan kaya akan manfaat kesehatan yang baik.

Beberapa manfaat alpukat mencegah stroke, menjaga kesehatan mata, mengobati maag, menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Mengingat berbagai keunggulan yang ditawarkan, tidak mengherankan bahwa banyak yang sudah menanam tanaman alpukat ini.

Selain itu, budidaya alpukat juga bisa menjadi salah satu investasi pertanian yang paling menjanjikan. Alasannya adalah kualitas buah premium dan produktivitas tinggi, meskipun tanamannya masih muda. Selain itu, perawatan alpukat juga relatif sederhana dan tidak membutuhkan banyak uang.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menanam tanaman alpukat yang tumbuh cepat dan menghasilkan buah dengan cepat:

Cara Budidaya Tanaman Buah Alpukat

Pemilihan Bibit

Bibit alpukat harus dipilih dari perbanyakan vegetatif dengan mencangkok atau pengujian teratas. Tujuannya untuk mendapatkan benih yang memiliki karakteristik sama dengan orang tua. Bibit dipilih dengan penampilan sehat, tegak, segar, berakar kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

Persiapan dan Pengolahan Tanah

LAhan tempat penanaman buah alpukat harus bebas dari gulma, semak dan batu. Jarak penanaman yang digunakan dalam budidaya alpukat adalah 6×6 m, dengan 278 bibit per hektar. Ini juga dapat ditanam pada jarak 7×7 m dengan populasi 204 bibit per Ha.

Lubang tanam dibuat dengan kedalaman lebih kurang 70 cm dan lebar sebesar 70 x 70 cm. Setelah itu lubang  dibiarkan terbuka selama sekitar 2 minggu. Saat menggali, bagian atas dan bawah dipisahkan. Tanah bagian atas lalu dicampur dengan 25 kg pupuk kandang. Lubang tanam kemudian ditutup pada posisi semula.

Lubang istimewa, yang ditutupi oleh tanah, ditandai sebagai batang, sehingga posisi penanaman tidak salah. Periode pengelolaan tanah harus pada musim kemarau sehingga biji alpukat dapat ditanam pada awal musim hujan.


Penanaman Buah Alpukat

Setelah benih dan lubang tanam selesai, benih dapat ditempatkan di lubang tanam. Bibit dalam polybag dibuka dengan hati-hati, jika tidak, bibit akan hancur. Bibit ditimbun menggunakan  tanah dari bekas lubang gali dan dilakukan  penyiraman pada bibi tanaman alpukat.

 

Alpukat

Alpukat

 

Selain itu, setiap bibit alpukat yang ditanam  dibuatkan naungan agar dapat menghindari dari sinar matahari langsung, paparan angin dan air hujan. Naungan dibuat dan  dimiringkan di sisi sebelah timur dibagian tinggi. Tempat peneduh ini dipasang selama sekitar 2-3 minggu sampai tunas baru tumbuh.


Pemeliharaan

Saat memelihara bibit alpukat, beberapa langkah perlu dipertimbangkan untuk memungkinkan bibit alpukat tumbuh secara optimal. Beberapa langkah yang dapat Anda ambil dan dilakukan adalah:

Penyiraman

Bibit tanaman alpukat yang baru saja ditanam membutuhkan banyak air, jadi diperlukan dilakukannya penyiraman terhadap tanaman alpukat dilakukan setiap hari . Waktu yang tepat untuk minum adalah pagi / sore. Namun, saat musim hujan tidak harus dilakukan penyiraman.

Pemupukan

Pemupukan pada tanaman alpukat dilakukan secara teratur lebih kurang 4 kali dalam setahun dengan jumlah pupuk yang akan diberikan, tergantung pada umur tanaman. Pupuk yang biasa digunakan untuk pemupukan adalah urea, TSP dan KCl. Pemupukan dilakukan dengan menempatkannya di lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman pada kedalaman sekitar 30 cm hingga 40 cm.

Menyiangi

Untuk memastikan tanaman alpukat tumbuh dengan baik, gulma harus disiangi secara teratur di sekitar tanaman. Lakukan penyiangan pada Gulma dengan cara membersihan dan mencabut gulma dan rumput yang tumbuh di sekitar bibit alpukat dengan menggunakan cangkul atau alat-alat tangan lainnya.

Pemangkasan

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang yang tumbuh terlalu rapat atau pada cabang mati. Pemangkasan dilakukan dengan hati-hati sehingga luka pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka ,bekas luka pemangkasan harus diberi penutup balutan luka, seperti parafin cair.

Penggemburan

Tanah di sekitar tanaman alpukat harus dilunakkan dan digemburkan secara teratur. Proses penggemburan dapat menggunakan cangkul dan sejenisnya. Lakukan ini dengan perlahan dan hati-hati agar tidak merusak akar alpukat.

Panen

Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi masih belum matang adalah :

 

Alpukat

Alpukat

warna kulit tua tetapi belum coklat / merah dan tidak mengkilap;

ketika buah diketuk di bagian belakang kuku itu mengeluarkan suara keras;
ketika buah bergetar, biji akan bergetar.

Menentukan tingkat penuaan buah membutuhkan pengalaman khusus. Hal yang harus perlu dilakukan  adalah dengan mengamati kapan bunga mekar hingga enam bulan kemudian, karena tanaman alpukat biasanya berumur 6-7 bulan saat berbunga mekar. Yang pasti, beberapa buah harus dipilih sebagai contoh. Ketika sampel sudah matang, itu berarti buahnya sudah tua dan siap panen.

Cara Memanen

Pemanenan alpukat biasanya dilakukan secara manual, yang dilakukan secara manual. Jika kondisi fisik pohon tidak dapat dipanjat, panen dapat didukung dan dibantu dengan alat / galah yang diberikan tangguk kain/goni  pada  ujung / tangga. Saat panen, buah harus dipanen / dipotong dengan batang kecil (3-5 cm) untuk menghindari memar, luka/ infeksi di dekat batang atau tangkai  buah.

Masa panen

Tanaman alpukat biasanya mengalami periode berbunga pada awal musim hujan, dan periode berbuah  yang besar biasanya pada bulan Desember, Januari dan Februari. Di Indonesia, kondisi alam yang cocok untuk tanaman alpukat, masa panen bisa berlangsung setiap bulan.

Perkiraan Produksi

Produksi alpukat pada pohon yang tumbuh dan menghasilkan buah yang baik dapat mencapai 70-80 kg / pohon / tahun. Rata-rata produksi yang diharapkan dari setiap pohon adalah sekitar 50 kg.

Pencucian

Tujuan dari pencucian adalah untuk menghilangkan semua jenis kotoran yang menempel pada buah  untuk memudahkan klasifikasi / pemilahan. Metode mencuci tergantung pada kotoran yang menempel.

Menyortir

Penyortiran Buah dilakukan sejak  masih di tingkat petani, hal ini dilakukan agar  buah yang baik dan meiliki karakteristik yang memenuhi syarat, berikut buah yang masuk dalam ciri untuk memilih buah yang baik dan memenuhi persyaratan :

1.Tanpa cacat, kulit janin harus halus dan bersih.

2.Cukup tua tetapi masih belum matang.

3.Ukuran buah seragam. Standar yang digunakan dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berat maksimum 400 g.

4.Bentuk buah seragam.Penyimpanan dan Pemeraman

Alpukat baru bisa dikonsumsi apabila apukat sudah matang. Buah alpukata yang baru bisa dikonsumsi diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah panen (jika buah yang dipanen sudah cukup untuk diproduksi atau sudah cukup ketuannya). Jika masa tenggang harus dipercepat, buah harus matang terlebih dahulu. Jika buah alpukat  diperlukan untuk tujuan ekspor maka tidak perlu dilakukan pemeraman terlebih dahulu, karena masa tenggang ini akan disesuaikan dengan panjang perjalanan untuk mencapai target. Cara pemraman buah alpukat masih sangat mudah dan sederhana. Pada  umumnya dapat dilakukan dengan cara memasukkan buah ke dalam karung goni setelah itu diikat erat dan rapat. Kemudian  buah yang telah dimasukan kedalam karung goni diletakkan di tempat yang kering dan bersih. Karena alpukat hanya dapat disimpan selama kurang lebih 7 hari (dari pengambilan hingga siap untuk dikonsumsi), Anda dapat menunda penyimpanan dengan menyimpannya pada suhu 5 ° C pada suhu kamar.

Pengemasan dan Transportasi

Pengemasan adalah wadah / tempat yang digunakan untuk mengemas produk. Pengemasan untuk pasar lokal berbeda dari pengemasan untuk ekspor. Untuk pemasaran rumah, alpukat dikemas dalam kantong plastik / keranjang dan kemudian diangkut dengan truk. Meskipun kemasan ekspor lagi berbeda, biasanya menggunakan kotak kardus dengan kapasitas 5 kg alpukat. Sebelum menempatkan alpukat dalam kotak kardus yang dibungkus kertas tisu, ia mengatur komposisi dengan membaginya dengan partisi yang terbuat dari kardus.

Manfaat Tanaman Buah Alpukat

Alpukat dikatakan banyak mengandung lemak tak jenuh, sehingga aman dikonsumsi. Buah ini tidak hanya mengandung lemak baik tetapi juga vitamin A, B, C, E dan K serta karbohidrat, protein, asam folat dan magnesium.

Di sisi lain, alpukat juga kaya sterol, yang dapat menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Dipercaya juga bahwa buah ini mencegah risiko diabetes.

Studi penelitian menyatakan bahwa konsumsi alpukat dapat meningkatkan asupan antioksidan sebanyak 2,6 hingga 15 kali. Karena itu, alpukat sangat baik sebagai sumber lemak sehat daripada makanan lain. Selain itu, lemak alpukat dipercaya untuk menyehatkan dinding usus, sehingga mengurangi risiko sembelit dan menghindari gejala sindrom iritasi usus.

Namun, alpukat memiliki lebih banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, rambut, dan kecantikan. Berikut 15 manfaat alpukat untuk kesehatan tubuh.

1.Memperbaiki pencernaan
2. Menjaga kesehatan mata
3. Meningkatkan kinerja otak
4. Mendukung perkembangan otak janin pada wanita hamil
5. Membantu menurunkan berat badan
6. Meredakan gejala radang sendi
7. Pencegahan kanker
8. Menjaga rambut tetap sehat
9. Pencegahan penyakit jantung
10. Menjaga gula darah dan cegah diabetes
11. Menurunkan kolesterol
12. Menjaga kesehatan kardiovaskular atau kardiovaskular
13. Menutrisi kulit
14. Menurunkan berat badan
15. Mencegah terjadinya radang sendi dan asam urat
16. Mencegah tekanan darah tinggi
17. Mencegah radikal bebas dan detoksifikasi
18. Menjaga kesehatan mata
19. Mengurangi risiko stroke
20. Mencegah cacat lahir

Sumber : https://gramsci-monument.com/

Demikianlah sedikit ulasan mengenai cara budidaya buah alpukat yang mungkin perlu diketahui, semogah artikel ini bermanfaat dan bisa menambah informasi bagaimana cara budidaya tanaman alpukat. Terima Kasih Selamat Mencoba!!!!!!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *