5 jenis serangan dunia maya

Dengan digitalisasi, potensi serangan siber juga semakin besar. Serangan siber adalah jenis serangan yang menargetkan sistem komputer individu, perusahaan, atau lembaga, biasanya dilakukan oleh peretas untuk keuntungan pribadi dalam bentuk uang atau kepuasan.

Serangan siber dilaporkan meningkat selama periode pandemi COVID19

dimulai pada awal 2020. Pandemi COVID19 memaksa semua orang untuk tetap diam dan melakukan semua aktivitas dari rumah, termasuk untuk bekerja. Tak heran jika terjadi peningkatan pengguna internet di tahun 2020. Peningkatan pengguna internet ini turut meningkatkan jumlah serangan siber di Indonesia.

Untuk itu, penting bagi setiap individu, perusahaan atau otoritas untuk mengetahui jenis serangan siber yang sedang terjadi saat ini. Di bawah ini kami tambahkan 5 jenis serangan siber yang ada di dunia:

(1) DoS

Pada tahun 2018 diketahui bahwa Github yang menjadi platform

untuk manajemen proyek dan versi sistem kode, serta platform jejaring sosial untuk pengembang, telah gagal karena serangan peretas. Jenis serangan yang dialami Github saat itu adalah DoS.

DoS adalah singkatan dari Denial of Service, jenis serangan yang mencoba menonaktifkan situs web sedemikian rupa sehingga pengguna tidak dapat mengaksesnya. Hacker melakukan serangan berulang-ulang yang menyebabkan situs down hingga lumpuh total.

(2) perangkat lunak jahat

Malware adalah perangkat lunak berbahaya karena dirancang untuk merusak sistem komputer. Malware juga mengandung virus. Jika malware berhasil masuk ke dalam perangkat, itu dapat dengan cepat merusak sistem pada perangkat.

Selain merusak sistem, kemampuan malware lainnya

adalah mencuri data. Bayangkan jika malware menyusup ke komputer perusahaan yang menyimpan data penting, itu akan sangat berbahaya.

Biasanya, malware menyusup ke perangkat saat pengguna mengunduh file dan kemudian menginstalnya di perangkat. Malware diklasifikasikan sebagai serangan cyber paling berbahaya.

(3) phising

Phishing sering digunakan untuk mencuri data penting. Data penting yang relevan seperti PIN, password dan nama pengguna. Seperti yang kita ketahui, dengan mendapatkan username, password dan PIN, pencuri dapat membobol akun kita dan menguasai akun tersebut.

Bayangkan jika akun yang dicuri adalah rekening bank, akun email, akun media sosial, dan akun e-commerce, akibatnya bisa fatal. Peretas dapat mengambil alih akun dan kita kehilangan kendali, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerugian finansial.

Phishing dilakukan dengan menyebarkan email dengan lampiran atau link. Tautan mengarahkan target ke situs scam yang mungkin terlihat dapat dipercaya atau resmi. Misalnya link beli produk handphone terbaru dengan diskon super hemat. Penerima email yang tertarik dengan promosi mungkin ingin melakukan pemesanan dan kemudian memasukkan detail kartu kredit mereka di halaman penipuan. Akhirnya, peretas berhasil mendapatkan data pengguna penting yang dapat digunakan untuk tindak pidana lebih lanjut.

(4) Penggunaan Kembali Kredensial

Jenis serangan cyber ini menggunakan kredensial serupa di beberapa akun. Misalnya, Anda memiliki nama pengguna dan kata sandi yang mirip di akun email, akun media sosial, akun e-commerce, dll. Istilah-istilah ini menjadi sasaran empuk serangan siber.

Peretas bisa mendapatkan nama pengguna dan kata sandi Anda untuk satu akun, tetapi karena Anda menggunakannya di beberapa akun lain, peretas dapat dengan mudah mengambil alih akun Anda yang lain. Oleh karena itu, disarankan agar Anda menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun. Jika Anda takut lupa, Anda bisa menuliskannya di memo dan menyimpannya di rumah.

(5) injeksi SQL

Jenis serangan berikutnya adalah injeksi SQL. Setiap perusahaan IT harus mewaspadai serangan ini. SQL Injection bisa jadi karena ada celah yang tidak bisa ditutupi oleh sistem keamanan database.

Peretas memasukkan kode seperti titik, tanda kutip tunggal, dan tanda hubung. Jika kode berhasil, itu akan menghapus semua data dalam database dan menggunakan data oleh peretas untuk mengambil tindakan lain yang dapat membahayakan bisnis.

Lihat Juga :

https://mozillalinks.org/
https://jurubicara.id/
https://memphisthemusical.com/
https://minglebox.com/
https://dolanyok.com/
https://4winmobile.com/