BMKG: Aktivitas subduksi utara memicu gempa M 5.8 Sangihe

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa yang melanda Sangihe, Sulawesi Utara pada Jumat (27/8) disebabkan oleh aktivitas subduksi atau subduksi di wilayah utara.

“Gempa dangkal ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Sangihe di utara,” kata Kepala Bidang Pengendalian Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui SMS, Jumat malam (27 Agustus).

Daryono menjelaskan, mekanisme sumber menunjukkan gempa ini

berupa kombinasi gerakan ke atas dan horizontal (oblique thrust fault).

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pusat gempa terletak pada koordinat 5,75 derajat LU dan 125,34 derajat BT, tepatnya di daratan sekitar 46 kilometer tenggara General Santos, Filipina, atau 238 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. dengan kedalaman 43 kilometer.
Lihat juga:
[img-judul]


Gempa M6.1 di Sangihe, Sulawesi Utara, tidak berpotensi tsunami

Ia mengatakan, gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah di Filipina, seperti kawasan Glan, Sarangani, Cotabato Selatan, dan Mindanao.

Di Indonesia, gempa ini dirasakan di Tahuna, Sulawesi Utara, dengan skala intensitas III MMI, dimana getarannya terasa seperti truk yang lewat.

Daryono mengatakan, belum ada laporan dampak gempa yang melanda wilayah Sanghie, Sulawesi Utara, yang berkekuatan 5,8 magnitudo itu.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami

, karena magnitudonya relatif kecil dan hiposenternya relatif dalam sehingga dapat menyebabkan deformasi dasar laut untuk memicu tsunami.
Lihat juga:
[img-judul]
Deklarasi BMKG tentang sirene tsunami Waspadai gempa megathrust

Namun, pada pukul 07.00 WIB. WIB, BMKG menetapkan telah terjadi 2 kali gempa susulan. Termasuk dengan M 4.4 dan 3.1.

Lihat Juga :

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/